
Sudah seminggu bisa dikatakan aku lagi ‘feeling down’. Secara fisik dan emosional bener2 drop karena banyak hal. Searching sana-sini karena merasa bored dan ‘do not know what to do ‘ to lift my feeling up, aku terdampar pada video-video kisah Yuni Shara dan Raffi Ahmad. Pada waktu-waktu sebelumnya aku kadang baca selintas-selintas tentang gossip mereka. Hari pertama aku menghabiskan sekitar dua jam. Besoknya lagi dan besoknya lagi. Aku jadi seperti addicted dengan kisah mereka. Aku jadi ikutan seperti jatuh cinta lagi.Excited! Pada hari kelima aku merasa jauh lebih baik. Hari ini? Oh, aku masih klak klik ……
Bertahun lalu ketika masih single, aku juga pernah drop seperti ini. Aku hanya perlu waktu buat diriku sendiri. Menghibur diri, bicara pada diri sendiri, sambil dikelilingi alunan music seharian dan bermalas-malasan, nggak masuk kerja , nggak mikirin apapun. Bangun telat, terus mandi, terus siapin kaset minimum 5 penyanyi, anehnya klo lagi drop aku nggak tertarik penyanyi wanita. Jadi yg kupilih antara lain: Michael Bolton, Kenny G, Mark Anthony, Boyzone/Westlife and Ebiet. 3 jam pertama nonstop leyeh2 disofa sambil dihibur mereka dst …..Besoknya aku akan baik-baik saja.
Tapi sekarang dengan adanya tanggung jawab sebagai ibu, istri, dan lebih beraneka tanggung jawab, aku tak memiliki kesempatan seperti itu lagi. Selalu ada sesuatu yang mengganggu. Aku tak bisa lari kemana-mana. Dan jeleknya aku nggak bisa ngaku kalo lagi drop, bojoku tipe yang too much concern , klo aku kenapa-kenapa. Aku hanya perlu sesuatu untuk pelarian emosiku yang lagi terpuruk.
Jika kau pernah terpuruk, suatu ketika akan terjadi lagi, seperti sebuah siklus.
Ini sebuah kejutan buat diriku bahwa aku ‘kembali’ dengan cara seperti ini.
Aku tahu jatuh cinta itu memberi perasaan hidup. Energi! Apalagi kalau jatuh cintanya pada cinta sejati. Itu hidup selamanya. Dan aku cuma kena efek sampingnya, kecipratan perasaan jatuh cinta itu …. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm.
Aku mengagumi pasangan itu. Dimataku, Yuni is me, aku akan melakukan hal yang sama sepertinya. Dia jujur, nggak munafik, dia mengekspresikan perasaannya apa adanya. Dia tak peduli apa kata orang yang mencibir posisinya, karena pasangannya toh mencintainya.Sementara Raffi, walau masih muda bukan berarti dia tidak tahu apa yang dia inginkan dari seorang perempuan. Dia menemukan karakter itu pada Yuni. Mereka bisa sharing perasaan.Cara mereka saling memandang .Aku tak bisa hidup tanpa dirimu deh!Cinta itu..... Ufh! Fisik? Itu nomor berikutnya. Dalam hal ini mereka berdua beruntung karena mereka berdua good looking. Orang luar ampe ngiriiiiii semua!
I was wondering how those people who addicted to drugs, alcohol, actually people that never success in lift their feeling up and take the right direction, they think they did , cause that fake feeling created by the drugs? And nobody help them, cause many people not bothered to anything……..!
Masalahku kini ( masalah???) aku kecanduan kisah cinta Yuni dan Raffi.O…o..o . Bagaimana akhirnya? Walau aku yakin mereka bakal berakhir dipelaminan. It seems they respect each other. Cinta tanpa penghargaan adalah nonsense!
No comments:
Post a Comment