Ini pertama kalinya aku menulis soal ‘politik’.Sebenarnya lebih soal moral.
Itu, soal pegawai pajak yang ‘menyimpan’ bermilyar-milyar direkeningnya, sementara dia masih golongan III A. Trus waktu ketangkep mukanya ‘nggak jelas ekspresinya’. Pasti dia berpikir “Its not my fault, I done nothing wrong. I just did what I supposed to do!.
Gadis kecilku bilang gitu tiap hari, dia baru tiga stengah tahun.
Dilogika-logika-in, tetep aja , nggak mungkin dia ‘bekerja sendiri’. Kan harus ada yang tanda tangan ini itu, pengesahan ini itu, emang nggak ada yang ngecek, step 1, step 2, step 3 dst. Kalo nggak ada, apa aja sih kerjaan pegawai pajak? Sori pakde-pakde di kantor pajak, soale aku jan ora mudheng! Aku dulu kerja di perusahaan ‘kecil’ aja, jalur keluar masuk dokumen, apalagi duit itu jelas koq……
Aku ingat dulu aku mengenal seseorang yang kerja disana, dan dari obrolan selintas, main2 dengan duit asal tidak ambil langsung dari rekeningnya kantor pajak, dia tidak menyebutnya korupsi, tidak menyebutnya merugikan Negara, tapi sah! Karena duit tersebut adalah hasil kerja suka-sama suka,
Dalam hati aku memaki-maki, kalo cara Inggris kali ‘fucking bastard!’
Mantap!
Aku sedih , karena ini negeriku. Negeri ini sudah terkenal’korupnya’,siapa peduli untuk memberantasnya? Memberantas? Artinya apa?
Bagaimana cara memberantas korupsi seh?
Ehmmmm, gimana kalo semua rakyat Indonesia harus berani hidup miskin!
Duitnya buat membangun Negara: infrastruktur, any resources terutama human resources, moral,moral,moral!!!!
Nyuwun ngapunten para sederek……..
I am saaaaaaaad!
No comments:
Post a Comment