Jodoh
Beberapa waktu lalu aku membaca artikel tentang jodoh, yang , aku tak sepikiran. Mungkin karena yang ‘bicara’ laki-laki. Aku sering tak sependapat dengan topik-topik yang dibicarakan wanita tapi penulisnya laki-laki, karena kupikir “They do not know what they talking about”.
Kali ini aku mau ngomongin soal jodoh. Definisi jodoh itu sulit, walau kalau secara literal bisa aja diartikan cocok atau pas. Bahasa kerennya lagi adalah adanya ‘chemistry’ .Tapi begitu menyangkut hubungan pria dan wanita , penerapannya jadi ‘complicated’ dan rancu. Kerancuan itu terjadi karena perbedaan persepsi pria dan wanita ketika pertama mengikrarkan ( formal ataupun tidak ) ingin menjalin hubungan dengan seseorang. Yang cowok bilang ,”Nih calon bini gue”, karena cantik , putih, punya kerjaan bagus. Pinter? Banyak cowok ngeper kalo ketemu yang pinter- pinter, mereka memilih tidak memikirkannya. Personality? Artinya tidak terlalu jelas, yang jelas asal baik, penurut, jujur dan religious. Lalu yang Cewek bilang “ Ini jodoh gue”, karena dia jatuh cinta setengah mati- dan kesannya si cowok juga sayang. Kecerdasan? Wah nggak bisa ngukurnya, kerjaannya toh bagus. Personality? Oh, dia anak orang baik-baik koq, papanya jenderal/direktur/menteri dll yg bagus2, kalo bapaknya terbitan kampung, ntar dulu yaa…..( wah aku lagi ngelucu nih…. )
Hal tersebut diatas bisa jadi memang awal yang sama bagi banyak pasangan, walau dalam perjalanan waktu, yang benar-benar menjadi jodoh, soulmate hanya segelintir karena sisanya yang akhirnya emang jodohan , tapi merasa tidak lengkap dan tak bahagia sepanjang hidupnya.
Ketika umurku memasuki kepala 3 dan belum ketemu jodoh, kayanya ada yang salah pada diriku ( kali orang lain ngeliatnya begitu – aku sih nggak ngerasa begitu- abis belum ketemu yang ‘aku sreg- yang aku mau- yang aku doyan atau yang kurasa seimbang dengan cara berpikirku - atau yang tidak berpotensi melukaiku’– jadi aku tenang-tenang aja ). Sesekali kepikiran kalau aku bikin pusing nyokap, karena ‘tuntutan’ masyarakat seusiaku mestinya udah menikah dan berbuntut. Aku sebel kalau ingat ‘tuntutan’ itu. Aku pernah dijodohin 2 kali ( yg sekali langsung aku pasang NO besar dimukaku karena yg pertama mengecewakan, karena yg jodohin nggak tahu jalan pikiranku – walau itu nyokap sendiri ).
Aku sebenarnya udah berusaha keras menemukan jodohku. Setelah gagal 2 kali , patokanku akan siapa jodohku bukannya menurun, tapi tambah banyak . Patokan itu tidak tertulis dan tidak bisa didefinisikan, karena itu kerja otakku saat bertemu ‘new person’ . Lalu setelah gagal yang kelima kali aku mulai cape( ssst, ha… ha… sebenarnya lebih dari itu- soalnya aku khan attractive girl – itu kombinasi dari otakku yg ada isinya, muka jawaku , good figure dan kebaikan hati - walau banyak yang bilang aku nggak cantik – yang bilang gitu soalnya pakai kacamata kuda ……ha.. ha…) .Tapi aku tetep nggak mau asal. I did not want to hurt myself. Pada akhirnya toh aku ketemu jodohku, my soulmate. Dia datang terbawa angin. Unpredictable! Jadi jangan putus asa bagi yang belum ketemu jodoh!
OK. Jodoh is …..menurutku, adalah manusia lawan jenis yang bisa mengisi ruang kosong di hati, siap berbagi rasa kapan saja, mempunyai keseimbangan dalam berpikir , bersikap dan berkarya. Trilogi ini harus ada! Fisik? Tak penting! Temukanlah dirinya!
Seperti warna-warni pelangi, begitulah warna-warni materi yang kutulis, tetapi semuanya dari persepsi seorang perempuan
Total Pageviews
Sunday, 11 April 2010
Wednesday, 7 April 2010
Logikaku
Ini pertama kalinya aku menulis soal ‘politik’.Sebenarnya lebih soal moral.
Itu, soal pegawai pajak yang ‘menyimpan’ bermilyar-milyar direkeningnya, sementara dia masih golongan III A. Trus waktu ketangkep mukanya ‘nggak jelas ekspresinya’. Pasti dia berpikir “Its not my fault, I done nothing wrong. I just did what I supposed to do!.
Gadis kecilku bilang gitu tiap hari, dia baru tiga stengah tahun.
Dilogika-logika-in, tetep aja , nggak mungkin dia ‘bekerja sendiri’. Kan harus ada yang tanda tangan ini itu, pengesahan ini itu, emang nggak ada yang ngecek, step 1, step 2, step 3 dst. Kalo nggak ada, apa aja sih kerjaan pegawai pajak? Sori pakde-pakde di kantor pajak, soale aku jan ora mudheng! Aku dulu kerja di perusahaan ‘kecil’ aja, jalur keluar masuk dokumen, apalagi duit itu jelas koq……
Aku ingat dulu aku mengenal seseorang yang kerja disana, dan dari obrolan selintas, main2 dengan duit asal tidak ambil langsung dari rekeningnya kantor pajak, dia tidak menyebutnya korupsi, tidak menyebutnya merugikan Negara, tapi sah! Karena duit tersebut adalah hasil kerja suka-sama suka,
Dalam hati aku memaki-maki, kalo cara Inggris kali ‘fucking bastard!’
Mantap!
Aku sedih , karena ini negeriku. Negeri ini sudah terkenal’korupnya’,siapa peduli untuk memberantasnya? Memberantas? Artinya apa?
Bagaimana cara memberantas korupsi seh?
Ehmmmm, gimana kalo semua rakyat Indonesia harus berani hidup miskin!
Duitnya buat membangun Negara: infrastruktur, any resources terutama human resources, moral,moral,moral!!!!
Nyuwun ngapunten para sederek……..
I am saaaaaaaad!
Itu, soal pegawai pajak yang ‘menyimpan’ bermilyar-milyar direkeningnya, sementara dia masih golongan III A. Trus waktu ketangkep mukanya ‘nggak jelas ekspresinya’. Pasti dia berpikir “Its not my fault, I done nothing wrong. I just did what I supposed to do!.
Gadis kecilku bilang gitu tiap hari, dia baru tiga stengah tahun.
Dilogika-logika-in, tetep aja , nggak mungkin dia ‘bekerja sendiri’. Kan harus ada yang tanda tangan ini itu, pengesahan ini itu, emang nggak ada yang ngecek, step 1, step 2, step 3 dst. Kalo nggak ada, apa aja sih kerjaan pegawai pajak? Sori pakde-pakde di kantor pajak, soale aku jan ora mudheng! Aku dulu kerja di perusahaan ‘kecil’ aja, jalur keluar masuk dokumen, apalagi duit itu jelas koq……
Aku ingat dulu aku mengenal seseorang yang kerja disana, dan dari obrolan selintas, main2 dengan duit asal tidak ambil langsung dari rekeningnya kantor pajak, dia tidak menyebutnya korupsi, tidak menyebutnya merugikan Negara, tapi sah! Karena duit tersebut adalah hasil kerja suka-sama suka,
Dalam hati aku memaki-maki, kalo cara Inggris kali ‘fucking bastard!’
Mantap!
Aku sedih , karena ini negeriku. Negeri ini sudah terkenal’korupnya’,siapa peduli untuk memberantasnya? Memberantas? Artinya apa?
Bagaimana cara memberantas korupsi seh?
Ehmmmm, gimana kalo semua rakyat Indonesia harus berani hidup miskin!
Duitnya buat membangun Negara: infrastruktur, any resources terutama human resources, moral,moral,moral!!!!
Nyuwun ngapunten para sederek……..
I am saaaaaaaad!
Subscribe to:
Posts (Atom)