For my birthday present, from myself
Apakah Aku masih diriku? Diriku yang dulu? Aku yakin jawabannya adalah : IYA BENAR
Bagaimana aku tahu itu benar.
Pertama, karena bahasa ibuku adalah bahasa jawa, aku masih sering menggunakannya,walau kadang ngomong pada bayanganku sendiri. Ketika ada sekelompok orang yang mengheraniku masih bisa ngomong jawa padahal udah lama di luar negeri, kepalaku seperti terantuk batu, ada yang terasa sakit, pengin marah tapi karena aku masih diriku, aku menahannya, itu kebiasaanku dari kecil. Menahan perasaan- tak berarti aku tak bisa meluap, tentu saja aku bisa – ada waktu-waktu dalam hidupku dimana aku tak berusaha menahan perasaanku sama sekali- karena aku tak mempunyai kekuatan saat itu. Seperti gunung api jika sudah terlalu banyak magma yang menggumpal, pasti jebol juga.
Kedua, kegemaran makananku masih sama yaitu tempe, aneka sayur, aneka buah dan sambal teri kacang. Walau aku belajar menyukai makanan lain –makanan asing, tetep aja kalau ditanya apa makanan kesukaanku, yang terbayang adalah tetep tempe dan sambal teri kacang
Ketiga , cara berbicaraku masih sama,aku selalu bicara ‘direct’ alias tak suka basa-basi, alias jujur- tapi aku masih mempertimbangkan kapan membicarakan topic tertentu pada seseorang. Ada yang bilang kejujuran kadang menyakitkan. Itu benar, bagi yang berpikiran sempit dan bagi yang tidak menyukai kejujujuran…….dan bagi yang tidak menyukaiku(?)
Keempat, hobiku masih sama: Membaca, menulis, masak,bikin aneka kerajinan tangan(njahit, knitting, crochet), bercocok-tanam termasuk nyangkul, main lumpur, trus ngomong ama ulet, ama burung….. Aku juga masih jago manjat. Waktu kecil aku suka mengejar-ngejar burung karena kupikir aku bisa berteman dengannya, nanem pohon pakis yg kuambil dari pinggiran hutan, dan beberapa bunga liar.
Kelima, aku dari dulu tidak terlalu menyukai bergosip, apalagi yang menjatuhkan orang lain. Tetapi aku suka dengerin orang bergosip, karena itu bahan buat memperkaya cara berpikir.
Keenam, aku masih suka dagelan , ketoprak, wayang orang dan juga ndagel.
Ketujuh, Aku masih seseorang yang ‘concern’ pada perempuan, karena dari dulu diposisikan pada posisi yang ‘menyulitkan’. Aku ingat ibuku, diriku dulu, tetanggaku, teman2ku.
Kedelapan, aku masih suka ‘mempelajari’ human behavior. Jika aku mengenal orang baru/ada dilingkungan baru aku seperti mobil berbahan bakar solar ( nunggu beberapa saat untuk menjadi anget ). Aku tidak bisa mengubah itu. Sesuatu dibelakang (pikiranku) selalu menciptakan ‘jeda’ itu.
Kesembilan, aku masih nggak suka dandan, pake kosmetik sekedarnya saja.
Kesepuluh, aku masih cerdas.
Kesebelas, aku masih percaya Tuhan itu ada ………… dan mencintai seluruh umatnya.
Tetapi tentu saja ada yang berubah, seperti juga semua kreasi Tuhan yang berubah dari waktu kewaktu. Emmmm, perubahanku mungkin :
Pertama, aku tambah tua ( ufh! Itu jelas !), tapi aku awet muda( in mind as well). Ck… ck… ck…
Kedua Aku tambah bijaksana ( ufh lagi! ) mungkin pakai kata lain. Lebih banyak ngomong karena aku bunya banyak bahan omongan, mungkin juga cerewet ( bla… bla.. bla..). Tapi tetep yang penting-penting aja ( is it?)
Ketiga, aku tidak lagi bertanya pada Tuhan, tentang apa artinya cinta.
Keempat, aku tidak bertanya-tanya tentang banyak hal, karena aku bisa menemukan jawabannya.Kalau tidak hari ini, besok, atau mungkin lusa. Selalu ada harapan untuk sesuatu.
Kelima, beberapa teman-temanku jaman dulu menganggap aku sekarang ‘stranger’ Wah, piye toh! Walau aku teriak “Ini aku, ini aku” mereka tetep melihatku seperti orang asing, mereka tak menyadari bahwa mereka yang berubah, bukan aku!
Keenam,Aku lebih sensitif.
Seperti warna-warni pelangi, begitulah warna-warni materi yang kutulis, tetapi semuanya dari persepsi seorang perempuan
Total Pageviews
Wednesday, 20 January 2010
Sunday, 17 January 2010
Anti Oksidan1
Menurut penelitian terbaru, ada 2 jenis makanan yang kalau dimasak justru meningkat kandungan antioksidannya. Mereka adalah brokoli dan wortel.
Wednesday, 6 January 2010
Love - Happiness
You can learn how to be happy,
but you can’t be taught how to be happy
And
You can learn how to love,
but you can’t be told how to love
but you can’t be taught how to be happy
And
You can learn how to love,
but you can’t be told how to love
Subscribe to:
Posts (Atom)