Ketika masih di Indonesia, aku tidak pernah menyadari ataupun mendengar seseorang membicarakan tentang hal tersebut ( hubungan cuaca dengan mood, appetite, passion, yang ada hubungan cuaca dengan penyakit, kekeringan, gagal panen dll ). Musim panas adalah panas dan terik, musim hujan banyak hujan dan suhu udara juga masih anget ( kecuali tempat-tempat tertentu dengan high altitude ).
Tetapi disini, di Inggris, cuaca adalah topik yang dibicarakan hari-hari karena , apalagi musim pemanasan global ini. Ramalan cuaca mingguan banyak meleset. Yang bisa dipercaya adalah ramalan cuaca dalam rentang waktu sehari saja, biasanya lumayan pas.
Banyak aktifitas yang dilakukan berdasarkan ramalan cuaca. Mau weekend kemana, ngapain. Mau shopping pagi atau sore. Mau gardening hari apa saja ( potong rumput, nanem biji, weeding dll ). Mau barbeque-an kapan dst,dst.
Hubungannya dengan mood?
Kalo bangun tidur, udah terasa entar bakalan benderang ( waktu spring/summer,walau matahari belon terbit cakrawala udah kelihatan samar-samar terangnya), perasaan happy langsung menyelimuti yang bikin mood jadi baik, tapi begitu bangun tidur masih gelap gulita walau bangunnya udah telat, aduh males deh mau ngapain, udah gitu biasanya barometric pressure-nya terasa banget di jidat. Berat.
Kalo Autumn atau Winter, jangan ditanya lagi deh, banyak bad moodnya. Soalnya disamping banyak gelapnya, dingiiiin lagi. Mau ngelempar sampah ke black bin aja musti pake jaket dulu supaya nggak merinding. Yang namanya kaos kaki dan sepatu juga nggak pernah lepas.
Hubungan dengan appetite?
Nah kalo udah moodnya drop, makan jadi pilih-pilih banget. Selera makan juga drop. Dasar aku suka makanan sehat alias bikinan sendiri, maka perlu ‘kerja keras’ deh mewujudkannya. Soalnya kadang aku masak 3 makanan berbeda. Untuk suami ( dia nggak bisa makan cabe sama sekali ), untukku sendiri dan untuk anakku yang baru 3 tahun. Berkutat didapurnya kan lumayan. But I have to do it. Ufh!
Passion?
Passion untuk apa aja deh jadi ilang, kecuali untuk tidur kembali!
Pilihan kedua adalah shopping – or just window shopping or have a cup of tea/coffee di kafe ama sepotong cake. Nah, yang namanya kafe disini(didaerahku ) nggak sebanyak di Jakarta, jadi balik kesitu lagi,kesitu lagi. I miss Jakarta klo dah begini. Sate ayam, kambing, mie ayam… yam… yam…
Jadi, kalo pas balik ke Indo, aku bilang tinggal di Inggris, ada yang nyeletuk “Wah, enak yah tinggal di Inggris…….
Wah aja takon dosa ….. Atissssssss!
Seperti warna-warni pelangi, begitulah warna-warni materi yang kutulis, tetapi semuanya dari persepsi seorang perempuan
Total Pageviews
Thursday, 10 September 2009
Wednesday, 2 September 2009
Let's talk about Love1

Cinta (antara 2 manuasia berbeda jenis)adalah kata yang sakral, karena sulit mendefinisikan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Tetapi setiap orang yakin benar tahu maknanya,karena pada satu ketika dalam rentang hidupnya, paling tidak sekali pernah mengumandangkannya , walau kadang hanya dalam hati.
Cinta paling sering mengawali hubungan 2 manusia berbeda jenis untuk lebih intens mengenali dan menjajaki apakah mereka pasangan yang cocok untuk menuju jenjang berikutnya. Menikah!
Baru pada jenjang pertama ini saja sudah banyak terjadi kerancuan, bias tentang arti cinta. A bilang aku cinta. B bilang aku cinta. Tak berarti muatannya sama. Dan tak berarti mereka harus bersama. Tapi jika sedang jatuh cinta, who cares?
Banyak pasangan akhirnya menemukan kata sepakat. Menikah. Kebanyakan karena kepentingan masing-masing pihak terpenuhi, secara langsung atau tak langsung, disadari ataupun tidak disadari. Aku punya keraguan besar tentang prosentase orang yang menikah lebih karena meletakkan kepentingan pasangan lebih dulu dari kepentingannya sendiri. Dalam mencintai ada unsur 'take and give'. Jangan bilang cinta jika tidak bisa memberi lebih banyak daripada menerima.
Maka cintamu akan bertahan lama.
Is it ring the bell?
Subscribe to:
Posts (Atom)