Aku waktu itu enam tahun ketika menyadari keindahan sebentuk pelangi. Kutanya pada ibuku tentang pelangi. Ibuku bilang pelangi datang bila hujan. Hanya itu tak lebih. Aku diam sambil takjub pada bentuk setengah lingkaran warna-warni itu. Aku tak bertanya lagi, karena seperti biasa jawaban ibuku tak pernah panjang. Dan seperti biasa aku berpikir aku akan mencari jawabnya sendiri, walau kemudian aku lupa hingga suatu ketika pelangi datang lagi dan aku belum mendapat jawaban. Ketika aku kecil puluhan tahun yang lalu televisi belum ada ,ehm, aku ingat tetangga jauhku yang juragan es lilin punya, katanya siarannya dari singapura. Buku yang punya cuma guru , murid cuma punya buku tulis. Makanya aku 'keranjingan' koran, hingga umur lima aku sudah lancar baca. Tapi dikoran tidak kutemukan soal pelangi.